Sabtu, Juli 14, 2007

Dari Seorang Sahabat

1st Message
"Saat raga ini ingin berlabuh
Aku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku
Biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku
Jikaku nanti sandingkan diriku milikiku dengan segala kelemahanku
Kan bila nanti engkau disampingku jangan pernah letih tuk mencintaiku"


2nd Message
"Aku hanya ingin kau tau
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Walaupun semua
Hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam khayalku
Aku lewati itu"

(xxx_xxxxxx@yahoo.com)

Aku belajar lagi dan aku mendapat sesuatu lagi dari pelajaran itu yang terkirim melalui surat elektronik (E-Mail) dari seorang sahabat yang menyampaikan suatu tulisan indah. Dia menyampaikan suatu tulisan yang bermaknakan cinta dalam suatu hubungan pertemanan dan persahabatan yang didalamnya terkandung kejujuran dan tidak memaksa. Saling menghargai dan menghormati diantara kita sehingga tidak ada kepura-puraan dan tidak ada penipuan. Hubungan sahabat yang dijalin karena kita saling memerlukan support, spirit dan sebagai tempat untuk berdiskusi dari semua hal yang terjadi.

Saat ini dia ada dibelakangku dan aku pun ada dibelakangnya. Kita saling mengawasi dan menjaga, sehingga apabila salah satu dari kita nanti ada yang terjatuh maka dari salah satu diantara kita pun akan saling menolong untuk membantu membangunkan agar dapat berdiri kembali dan hadapi pelajaran-pelajaran baru.

Terima kasih sahabatku...
(Bekasi, 15 Juli 2007)

Pulau Seribu

Akhirnya malam ini gw bisa berdiri di Pulau Seribu, tepatnya Pulau Pramuka. Setelah gw harus susah payah dulu merayu nyokap mati-matian , akhirnya SIM untuk ke Pulau Seribu yang yahui ini pun keluar, tapi sedihnya gw cuma sebatas personil KIR bukan masuk personil PETALA. Susah banget untuk dapet SIM jadi personil PETALA dari si nyokap, pasrah saja dan gw rasa cukuplah menjadi KIR, yang penting sekarang sudah di Pulau seribu.

Perjalanan hari ini benar-benar melelahkan tapi enjoy, gw and personil start sekitar jam 6 pagi menuju ke Muara Angke, ga ada yang menarik dalam perjalanan, cuma mandangin jalan tol yang ga ada abisnya dan sampe sana kita sekitar jam 8-an. Disana gw cek barang dan koordinasiin barang-barang yang ada untuk dipindahin ke boot (perahu berukuran sedang memakai tenaga mesin dengan kapasitas kecepatan kecil). Perjalanan masih lumayan jauh…perlu 1 sampai 2 jam perjalanan lagi menuju ke Pulau Pramuka.

Gw nikmatin banget bisa naik perahu.. ya walaupun perahunya tidak seperti kapal pesiar yang mungkin cuma mimpi buat gw bisa naik kapal besar itu . Walaupun panas terik matahari langsung mengenai kita semua, tapi gw yakin banget kalo teman-teman yang lain juga nikmatin perjalanan ini. Angin yang betiup kencang dengan suara mesin boot yang berisik karena beradu dengan air laut. Serasa naik bajaj…tapi yang ini bajaj nya laut JPemandangan disekitar cuma air…biru..dan gelombang kecil yang saling berkejaran…Gw duduk di ujung kapal bagian belakang bareng Bibir dan Degol, kita asik dengan aktivitas masing-masing.
Gw cuma bengong memandang laut dan sesekali lihat permukaan laut disamping dan dibelakang bagian perahu, dan di situ gw lihat lumba-lumba yang berenang membuntuti perahu dari belakang. Ada 3 lumba-lumba yang terlihat dipermukaan air laut, mereka saling berkejaran persis dibelakang boot yang sedang melaju.

Panas…Tapi perjalanan masih lumayan jauh, asik sendiri dengan komik favorit yang gw bawa dari rumah. Nggak merhatiin sekeliling lagi kalo sudah ada Komik Conan, sampai-sampai ga terasa gw ketiduran sendirian di belakang perahu, kejemur kaya ikan asin.

Menjelang zuhur kita sampai di pulau yang kita tuju…walah…..bagus bangetAirnya bening.. ga sabar gw langsung turun dari kapal dan rapikan barang-barang yang mau dibawa ke pondok tempat kita bermalam.Dari tempat kita berlabuh menuju pondok cuma 10 menit. Daerahnya benar-benar masih asri, para penduduknya pun ramah-ramah.

Sampai di pondok…

Besar dan nyaman. Struktur bangunan yang masih asri, bentuk bangunannya ini seperti pondok panggung (rumah panggung). Luas dan bersih.

Jadwal sorenya personil KIR dan PETALA berkunjung serta silahturahmi ke para penduduk pulau. Kita saling memperkenalkan diri, benar-benar menyenangkan penduduk disana sangat welcome dan kekeluargaan. Mereka pun menawarkan kepada kami personil-personil untuk menginap di rumahnya. Benar-benar situasi lingkungan yang menyenangkan dan membuat gw betah berlama-lama dengan mereka. Walaupun disana masih sulit menemukan barang-barang canggih seperti di kota, tapi gw merasa itu bukan masalah, karena dengan kahangatan para penduduk yang ada merupakan suatu hiburan yang lebih menarik dibandingkan kehadiran satu televisi.

Ga terasa, hari semakin sore dan menjelang magrib. Kita semua personil langsung lari menuju pelabuhan untuk melihat sunset nya Pulau Pramuka. Mungkin keindahan sunsetnya tidak se-indah di Pulau Dewata, tapi kita semua cukup senang dan puas bisa menikmati sunset dari Pulau Pramuka.

Akhirnya listrik nyala juga…Kata penduduk sudah hampir 3 bulan listrik di Pulau Pramuka terganggu karena ada kerusakan kabel listrik. Sehingga listrik di Pulau Pramuka nyala saat jam 6sore sampai jam 6pagi saja, karena generator yang ada cuma bisa bertahan sampai 12jam. Pagi nya sampai sore (jam 18.00) listrik akan mati…begitu seterusnya. entah sampai kapan?!

Gw buru-buru masuk antrian untuk mandi, sudah ga tahan dengan badan gw yang lengket, gara-gara disiram air laut oleh teman-teman dipelabuhan sore tadi saat sedang menikmati sunset.. Rencana malam ini hanya istirahat dan menyiapkan bahan, peralatan penelitian KIR yang akan dilakukan besok pagi.

Udara malamnya panas dan lembab..
Ga bisa tidur tenang karena kapanasan, jadi serba salah dan ga nyaman. Gw paksain mata ini biar terpejam, tapi sulit… sampai akhirnya mata gw menangkap penampakan suatu benda yaitu kipas sate, dan akhirnya berhasil bisa tidur dengan kipas sate yang sesekali gw kibaskan.
(Penelitian n Kelesatarian Alam laut Pulau Pramuka dan sekitarnya 2000, 23.50)

Hari Kedua
MANTAP… Hari kedua ini seru abis!
Hari ini gw bangun jam 4 pagi, cuma buat antri mandi dan nampung air bersih. Setelah itu gw cek ulang barang-barang dan nyiapain sarapan untuk team gw yang akan ngadain penelitian.Setalah rapi semua gw dan team berangkat ke tempat pelestarian hewan langka yang ada di Pulau Pramuka. Kita ngumpulin bahan-bahan dan info-info yang ada dari situ. Dari penyu yang berumur 250 tahun sampai ke tumbuhan terkecil yang ada disini. Puas bisa pegang langsung sendiri anak buaya yang masih kecil dan ngegendong simpanse lucu. Ga terasa muter-muter nyari bahan buat laporan, matahari sudah bertengger persis diatas kepala. Gw dan team balik kepondok untuk istirahat dan makan siang.

Menjelang sore gw join dengan team PETALA untuk berkunjung ke pulau yang tak berpenghuni, luas pulaunya kira-kira 2 kali lapangan bola, jadi gw cuma butuh waktu sekitar 30 menitan untuk mengelilinginya. Pulau itu dinamain Pulau Biawak, karena disana banyak biawaknya.

Sore ini jadwal nya snorkling dan diving.
Nice… Gw kegirangan..! Ya walaupun Cuma snorkel-an, tapi ini pengalaman pertama gw.Karena gw dan team PETALA merupakan pemula untuk ikutan snorkel dan diving, kita semua pun wajib ikutan briefing perkenalan alat dan cara melakukan snorkel dan divingnya. Pertama kali nyoba lumayan masih bingung buat atur napas nya, tapi lama-kelamaan terbiasa. Akhirnya kita langsung diajak untuk diving sampe kedalaman 15meter. 13 orang termasuk guide meluncur kedalam laut dan gw adalah cewek satu-satunya yang ikut dalam perjalanan itu.

Puas banget bisa lihat pemandangan bawah laut yang bener-bener cantik. Ciptaan Tuhan memang ga ada yang cacat. Gw bisa berenang di belakang ikan pari langsung, ngamatin batu-batu karang dan jenis-jenis tumbuhan laut secara langsung. Keren… walaupun sempat gw jumpai beberapa karang yang rusak.

Ga lama kita diving…keburu malam, akhirnya kita pulang kepondok penginapan.Sialnya gw kena musibah, nginjak bulu babi. Binatang laut beracun yang mirip buah durian. Alhasil kaki gw penuh duri yang nusuk ke daging telapak kaki dan duri yang masuk kedalam daging ga bisa diambil dan dicabut. Struktur durinya tajam tapi mudah patah, sehingga kalo sudah menancap pasti akan tertinggal didalam daging. Gw Cuma bisa nahan nyeri dan perihnya aja. Padahal sebenarnya bisa langsung sembuh kalo disiram dengan air urine. Tapi air urine siapa?
Pertolongan pertama akhirnya kaki gw cuma diketokin pakai botol sampe keluar darah, sekaligus ngeluarin sisa racun.

Malamnya semua team kumpul untuk bahas hasil penelitian, setelah itu kita makan-makan bakar ikan. Gw kumpul dengan team yang lain dibale-bale depan pondok, bareng Pak Bas dan penduduk sekitar. Penduduk yang sedang berkumpul bersama sangat perhatian ke gw, karena mereka tau kalau gw terkena sengatan bulu babi. Gw pun dibuatkan jamu untuk mencegah demam, entah dari bahan apa, tapi lumayan mujarab juga karena ngurangin rasa nyeri dan demamnya. Gw nikmatin malam yang hangat ini, laut yang tenang dan langit yang penuh bintang. Bau bakar-bakaran ikan membuat semua team semakin bergairah untuk makan.
(Penelitian n Kelesatarian Alam laut Pulau Pramuka dan sekitarnya 2000, 23.50)

Hari ketiga
Hari ini adalah hari terakhir. Kita semua team siap-siap dan mulai merapikan barang yang akan dibawa pulang. Sebelum pulang, gw dan team berkunjung kependuduk sekitar untuk kasih beberapa keperluan hidup disana. Sekaligus bakti sosial…”Team Care”… program berbagi.Rasanya berat untuk ninggalin Pulau Pramuka… Walaupun sebentar, tapi kita semua sangat menikmati suasana disini.

Ada beberapa penduduk yang mengantar kita keparkiran perahu yang sudah siap untuk membawa kita pergi meninggalkan Pulau. Sedih untuk meninggalkan, tapi kenangan indahnya Pulau Pramuka tetap ada untuk kita semua bawa pulang.
Dalam perjalanan pulang gw cuma tidur, karena memang kondisi badan masih belum enak karena pengaruh racun bulu babi masih ada.

Nggak terasa, sudah sampe dimuara angke lagi…Senang bisa pulang, semangat lagi karena gw sudah ngiler belanja ikan buat oleh-oleh si nyokap tersayang dirumah. Sambil tertatih berjalan gw kelilingi pasar ikan, Semangat…Semangat….! Gw bawa 5 bungkusan belanjaan ikan. Ada cumi, udang, ikan ayam-ayaman, tenggiri dan kakap merah.

Langsung menuju ke Bekasi lagi…..Ga sabar untuk cepat sampai rumah. “Aku Rindu Bunda”…
(Penelitian n Kelesatarian Alam laut Pulau Pramuka dan sekitarnya 2000, 21.48)

---dirumah---(note: Duuch sorry…! sayang banget gw ga bisa upload photo-photonya. Pokoknya yang pasti pemandangan bawah lautnya KEREN, apalagi gambar kaki yang lagi bengkak gara-gara ke tusuk bulu babi. He he he…)

Something Special…!

10 Januari 2006

Jam 04.35wib tanda peringatan pertama di alarm ponsel berbunyi, spontan gw langsung bangun yang saat itu sebenarnya adalah waktu yang benar-benar enak buat tidur. Ga pikir panjang gw pun langsung cut it off.
"wah masih kepagian,tidur dulu aja lagi dech" dengan mata yang masih remang-remang tengok jam dinding yang menandakan sudah jam 04.40wib.Tepat jam 05.20wib alarm ponsel bunyi lagi, tanpa ragu dan pikir lagi langsung aja bangun matiin alarm dan segera lari kekamar mandi
"wah...sudah hampir jam 05.30 pagi, gw harus sholat ied-adha dan langsung cabut kerumah Han.." buru-buru langsung masuk ke kamar mandi.Waahh segarnya… mengawali hari yg cukup indah, karena hari ini adalah hari raya idul adha. Otomatis gw pun sudah wangi dan cantik tuk bergegas ikut sholat ied di Masjid Muhammadiyah bareng teman-teman kost dan keluarga Ibu dan Bapak kost. Senangnya bisa ngumpul lagi bareng dengan keluarga Ibu dan Bapak kost. Sehabis Sholat Ied gw ikutan silahturahmi dengan keluarga kost yang sekalian juga hari itu bertepatan ngerayain ulang tahun nya Neng Syifa.

Huhu, grabak grubuk dech tuk siap-siap go to Han’s kost "waaaahhh, udah jam 09.30wib kesiangan dech…!" tengok jam dan langsung cek HP,eeehh.. ternyata ada 1 missed call dan 1 message dari Han, yg isi nya nanya posisi gw saat ini lg dimana. Hehehe, jadi tambah gak karuan, bingung dan jadi serba buru-buru. Gw pun jalan keluar sama-sama bunda sekalian, yang kebetulan si nyokap mau kerumah Bude untuk silahturahmian.Tancep naek ojek nya Mas Eman, nganter gw sampai taman. Belum sampai taman gw ngelihat penampakan acos alias AC05 patas jurusan Bekasi - Blok M. Huhuuhu,tanpa ragu langsung aja turun dan pamit sama Mas Eman, ga lupa kasih uang sewa nya juga.
Hossh...hosh.... kepanasan sambil lari-lari kecil ngejar acos nya, lumayan jd warming up sedikit J Hehheh, pas kebetulan bawa tas keril nya Han, ga berat-berat amat sih, tapi lumayan buat beban lari-lari ngejar-ngejar patas ditengah terminal Bekasi yg sangat HOT saat itu. Gw langsung kasih kabar ke Han kalo sudah di bus dan on the way kesana, biar dia ga khawatir dan nunggu lama, kasihan karena dari tadi pagi dia udah teleponin gw. Sambil ngadem gw smsan aja sama Han, sampai ga terasa gw ketiduran dan sadar-sadar udah di ratu plaza. Turun di terminal Blok M dan jalan sedikit gw langsung nerus naek MM610, huhuhu… tak sabar ingin segera sampai Aneka Buana – Pondok Labu. Untung aja metromininya metal, ngebut… slap slip sana sini. Duduk dipojok bagian bangku belakang mobil sambil nyedot minuman mineral gelas nikmatin udara Blok M sekitar dan ga sabar kepingin buru-buru sampai kostannya si Han.
Alhamdulillah akhirnya sampe juga di Aneka Buana – Pondok Labu, hehheh…. tinggal selangkah lagi ketempat nya Han. Saking udah ga sabarnya kepincut kangen, gw kagak banyak pikir lagi tuk langsung naek ojek biar cepet sampai disana. Ga ada kata macet dan lama dech kalo naek ojek. “tancap abesssss, Bang.” Langsung sampai didepan Gang Haji Shaleh nya Han.


"Tok..tok... Assalammualaikum...."

”Wa’alaikumsalam…” dari dalam pun menjawab dan dibukakanlah pintu kost. Waaaaah.... pacarku yang ganteng masih kucel dengan kaos putih dan celana pendek coklatnya, masih kelihatan muka bantal dan kasurnya. Emang dasar cowok yang satu ini, janjinya mau beres-beresin kost, eeehh.. malah asik-asikkan sama pacarnya yang satu lagi si lappy Re50 tercintanya. Padahal bayangan gw, dia udah mulai starting beres-beres, ternyata eh ternyata……
Ga basa basi, langsung buka packingan keril dan ganti baju. Waktunya siap-siap bekerja dan Han pun dengan kesadarannya membereskan lappy hitamnya.

“Hayoo, kita beres-beres” spontan Han teriak dengan tampangnya yang aneh sambil cengengesan…
JOBDESK Han : cuci mencuci, mengepel.

JOBDESK Gw : bersih-bersih kamar, sapu menyapu, nyetrika (capek dweh…!)
Waaaaahhh, asik banget kerja bakti, beres-beres sambil diselingin bercanda. Lawong sama-sama jail, makanya jadi pada ga bisa serius gitu ngerjain kerjaannya masing-masing. Tapi ga terasa kerjaan bisa dikerjain sama-sama dan sempat tercengang-cengang liat tehnik mengepel nya Han.
“Hmmmm, ternyata pacarku ini bersihan juga orangnya” menyenangkan…Semua udah rapi dan bersih, gw mulai starting pekerjaan yg terakhir yaitu nyetrika.

Piuufff, padahal gw ga terlalu suka sama yg namanya nyetrika, tapi apa sih yang ga buat pacar, hehheh. Ga banyak juga sih baju yang harus disetrika, tapi lumayan males liatnya karena ada beberapa potong baju kerjanya Han dan gw sebenarnya ga terlalu suka nyetrika kemeja karena ribet banget. Yaaah..apa boleh buat, namanya juga udah Jobdesk. Ga sedih juga sih karena gw nyetrika ditemenin Han yang sambil ngutak ngatik laptopnya, diselingin juga dengan ngobrol-ngobrol ringan yang sampai gw ga ngerasa bete nyetrikain bajunya.Selesai sudah semua tugas beres-beres, rumah rapi dan kerjaan pun kelar.Gw dan Han istirohat sambil ngobrol ngalor ngidul diselingin bercanda. Duch, pokoknya saat itu adalah saat yang paling indah yang pernah gw rasa, apalagi udah disiapin susu kotak coklat dan silverqueenn. Sllluuurrrppp..banget dech.
Ngalor ngidul ga karuan ngobrolin macem-macem, sampai akhirnyaaaaaaaa.......................waaaaaaaaaaaaaah………………………@##$^%&$

Gw dikasih sesuatu yang spesial.. Han kasih hadiah yang sebelumnya dia ga pernah kasih ke gw. Bener-bener moment yang ga bisa gw lupa, hadiah itu ga akan pernah habis dimakan waktu. Saat itu gw ngerasa bener-bener jadi seorang puteri… (hayo apa hadiahnya? Hehheheh… mikir aja masing-masing yah)
Saat itu gw ga bisa ngomong apa-apa, cuma bisa senyum malu dan senang banget. Benar-benar kejutan yang ga bisa gw lupa.
Ga terasa kita ngobrolin segala macam hal, sampai akhirnya berhenti karena disadarin sama perut kita berdua yang pada laper berat.
Waaaaaaaaahhh, udah siang kita belom pada makan. Diskusi sedikit untuk nyari tempat makan, akhirnya kita putuskan untuk keluar makan dan sekalian anter gw pulang kerumah. Makan di Bekasi tepatnya di tempat favorit kita di Wendy’s Restoran.

The Rocks of day dech pokoknya bisa kerja bakti bareng, ngobrol dan terakhir kita lunch bareng. Bener-bener pengalaman dan cerita yang asik banget kalo buat bahan bengong gw nanti kalo lagi kangen sama Han. Kali ini bikin gw ngerasa beda banget, gw ngerasa lebih deket dan ada kontak langsung dengan Han. Ya entah apa itu, tapi perasaan yang sangat kuat saat itu adalah SAFE. Gw ngerasa nyaman banget kalo pas disamping dia.


Kapan lagi ya Han, kita bisa ngalamin masa-masa itu ?

James Gwee vs Tommy Siawira

Tepatnya Jum’at Sore itu aku diantar oleh Pak Lutfi sang forwarder handal dan kesayangan Ibu Bos serta teman-teman kantor. Kami menuju ke sebuah hotel dibilangan Jakarta Pusat tepatnya di Hotel Aston, Senen. Dengan keahliannya selap sana selip sini di jalanan, tak dipungkiri jarak perjalanan dari Semanggi ke Hotel Aston bisa kami tempuh dengan 30 menit saja. Yang aslinya itu apabila aku ikut mobil Panther kesayangannya Pak Sopian bisa-bisa sampai Hotel Aston sekitar jam 7 malam, dan akhirnya pasti aku telat.

Tepat pada lampu merah yang sedang menyala dan terlihat kepulan asap yang menari sana-sini dari pantat mobil yang bejejer rapi menunggu giliran agar bisa melaju jalan. Aku di drop Pak Lutfi persis dipinggir tiang lampu merah di lokasi Segi Tiga Emas Senen yang terkenal itu. Turun dari motor dan segera aku menyeberang melaju kearah Mall Atrium Senen sambil mata menatap keseliling , tengok kanan kiri untuk menghindari Busway yang akan melintas.

Suasana sore itu sangat menyenangkan, yah walapun memang dihiasi dengan asap-asap polusi, tapi aku masih bisa merasakan dan menikmati sore yang bersahabat itu. Sesaat melihat tulisan ATRIUM yang terpampang di paling atas bangunan mall, sekilas jadi ingat teman baik ku yang memiliki sejarah kalau dia bertemu pujaan hatinya di mall tsb saat ingin belanja keperluan tidurnya. Yang akhirnya sekarang mereka sudah menikah dan mempunyai 5 anak yang lucu-lucu.

Persis didepan Mc. D aku berdiri sambil tengok jam tangan ku yang saat itu menandakan jam 17.12wib, sambil makan gorengan tahu dan risol aku nunggu Septi yang sebelumnya memang kami sudah janjian untuk bertemu di Mc. D Atrium untuk ikutan acara Free Preview nya James Gwee dan Tommy Siawira di Hotel Aston. Ga aneh orang indonesia kalau TELAT, kurang lebih 20 menit aku menunggu Septi di depan Mc. D, sampai-sampai seorang Bapak Satpam mendekat dan bertanya apa yang sedang ku lakukan saat itu, karena aku terlihat seperti orang bingung pada saat itu. Hati ku mulai resah dan kesal menunggu Septi. Untuk menghindari kecurigaan Bapak Satpam yang menegur ku tadi, maka akupun bergegas masuk mall menuju toko kaset yang kebetulan toko kaset tersebut memang ga jauh dari pintu masuk mall nya.

Tak lama kemudian ada getaran yang kurasa dari dalam tas, “sepertinya ada yang menelpon ke HP ku” dalam hati aku berkata. Langsung saja ku cek dan ternyata benar. Septi yang menelponku…

“Ka…kamu dimana ?” suara septi terdengar dengan backsound yang cukup ramai
“Aku ditoko kaset disamping Mc.D, Kamu sudah sampai? Sekarang sudah dimana? “ balasku dengan menyudahi pencarian CD di toko musik.
“aku sudah sampai didepan Mc D”
“ya sudah aku kesana”
Aku pun langsung keluar dari toko musik dan menuju ke Mc.D lagi. Seperti orang hilang saja, saling nyari satu sama lain. Akhirnya kita bertemu persis di depan tempat mainan anak-anak persis di depan Mc. D. Ritual yang sudah tidak aneh serangan ciuman pipi kiri dan pipi kanan pun tak terelakan diantara kita berdua.

Tepat jam 17.35 terlihat di jam tangan, Aku dan Septi langsung bergegas masuk ke Hotel Aston dan mencari tempat registrasi ulang untuk ikutan acara Free Preview James Gwee (Trainer dan Talker handal mengenai Sales dan Marketing) dan Tommy Siawira (Mindset Mentor). Suasana didepan ruangan seminar saat itu sudah cukup ramai oleh para participant yang sedang registrasi ulang dan melihat-lihat beberapa terbitan buku James Gwee dan buku Tommy Siawira.

Untuk mengisi waktu dan kebetulan acara juga belum di mulai, Septi pun mengajakku ke toilet untuk rapi-rapi terlebih dahulu yang biasa kita sebut itu merupakan ritualnya para kaum wanita yaitu bersolek. Seperti biasa poles sana poles sini, garis sana garis sini yang akhirnya jadi sentuhan indah yang membuat seorang wanita tampil menjadi lebih cantik. Sayangnya aku tidak terlalu suka bersolek. Jadi, dengan membersihkan muka dan menyisir rambutku pun itu sudah lebih dari cukup.

Tak lama kita keluar dari toilet dan menuju , acara free preview nya pun langsung berjalan yang dimulai dengan musik-musik semangat (maksudnya musik yang membuat adrenalin kita naik dan semangat gitu lho…?) di dalam ruangan talkshow yang cukup luas yang dimana dapat menampung lebih dari 50 orang yang membuat badan ku ini rasanya ingin goyang saat musik techno dan house music mengiringi MC naik panggung.
Wow….rasanya pengalaman ku saat mengikuti MLM beberapa tahun lalu muncul lagi. Aura positif dan semangatnya sangat kurasakan lagi terlebih-lebih musiknya yang membuat tambah semangat itu membuat ku tarhanyut dan terbawa kedalam arus acara tersebut dengan tepukkan tangan yang antusias.

MC naik panggung untuk sekedar memperkenalkan diri dan membuka acara, tak berselang waktu lama dan yang membuat aku tidak lupa sampai sekarang adalah saat MC memanggil…

“ Berikut inilah pembicara hebat kita…. Jaaaaaammessssss Gweeeeeee……….”


Semua participant pun serentak bangun dari kursinya masing-masing, termasuk aku yang menyambut James naik keatas panggung dengan tepuk tangan yang antusias sekali sambil merasakan dan menikmati aura semangat yang timbul pada ruangan tersebut.

Baru saat itu aku bisa langsung melihat seorang tokoh James Gwee yang hebat dimana sebelumnya aku melihat James Gwee dari cover buku saja. Aku suka dengan beberapa buku yang diterbitkan oleh James, maka itu saat aku mendapat kesempatan dari atasan untuk ikutan acara ini aku tidak menolaknya.
“akhirnya…kesampean juga gw bisa lihat James Gwee langsung” triakan hati yang senang banget setelah baca email dari atasan mengenai acara ini.

Memang acara free preview ini ga lama, kurang lebih hanya 2 jam setengah saja. Tapi tidak sedikit aku mendapat dan mengambil ilmu dari James dan Tommy. Apa lagi saat tak lama acara sudah dimulai, disana James mengkomandokan kita agar bisa berkenalan dengan teman sekeliling yang ada diruangan tersebut, yang gunanya juga untuk mendapat rekanan kerja baru dan informasinya lebih lanjut dengan tukeran kartu nama satu sama lain. Pada saat itu suasana menjadi lebih hangat, yang tadi nya kita tidak saling kenal manjadi saling kenal walaupun saat itu kita hanya dikasih waktu hanya 3 menit untuk berkenalan. Tapi ini menarik sekali, benar-benar James adalah seorang trainer dan ice breaker yang handal. Dari situ aku jadi merasa lebih enjoy dan pastinya aku lumayan banyak mendapat kartu nama dan informasi dari teman-teman baru.

Tidak ada rasa bosan sedikit pun yang timbul saat sang trainer menyampaikan materinya, kuping ku tetap setia untuk mendengarkan, otak ku setia untuk mengolah ilmu yang disampaikannya, mataku yang rasanya sangat sayang sekali kalo sampai tidak melihat aksi nya didepan panggung dan tangan ku yang selalu menulis hal-hal penting yang disampaikannya. Sehingga tidak sedikit aku belajar disana walaupun hanya dengan waktu 2 jam.

Sesuai dengan tema nya “Secret of superstar sales people”, dari situ aku mendapat ilmu bahwa
==>
“ apabila kita ingin menjadi seorang sales yang superstar atau terkenal, maka kita harus membuat atau menciptakan hubungan teman baru di setiap setiap harinya, yaaaa…kalo bahasa kerennya itu “ make new friends everyday”, karena dengan hal tersebut maka kita dapat mendatangkan kesempatan-kesempatan baru bisa dalam bentuk mendatangkan peluang , transaksi , maupun ide. Cukup menarik sekali khan!

Selain itu juga, James memberikan tips kesemua participant yang ada mengenai bagaimana kita menjadi seorang sales superstar yang berkualitas.
==>
“ Qualities of superstar sales people --> HAVE --> 1. Knowledge, 2. Skills, 3. Mental Strength”
Dimana yang aku tangkap dari pesannya itu bahwa dengan KNOWLEDGE, kita tahu bagaimana cara mengenal orang lain dengan cepat dengan memiliki kemampuan serta kemampuan. Karena dengan pengetahuan tersebut kita diajarkan menjadi tahu tentang personal-personal (karakter) orang lain dengan baik yang dimana itu adalah sangat penting bagi seorang sales dalam melakukan pekerjaannya sehingga mereka dapat menyesuaikan diri serta memperlakukan orang lain dengan baik dan benar sesuai dengan tempat, waktu dan sifat yang meraka miliki pastinya. Selain mempelajari karakter orang lain, menurut James Gwee ilmu pengetahuan juga dapat mengajarkan kita mengenai tehnik “mirroring” yang berguna sekali untuk para sales mengenal serta menilai clientnya apakah memang keberadaannya (sales people) ini sudah di terima yang bahasa kerennya “Accepted” atau di tolak “An-accepted” . Jadi para sales people itu tau signal-signal dengan apabila clientnya itu sudah mirroring ke mereka (sales people) berarti di “accepted”. Dari teori yang James Gwee sampaikan sempet aku berfikir aneh, tapi aku pelajari dan bayangin lagi ada benarnya juga. Karena dari beberapa rekan kerja yang sebelumnya tdak dekat denganku, lama-kelamaan bisa akrab dan tercipta suasana hangat, seperti kalo aku pegang hidung atau pipi, maka rekan ku juga ikutan sentuh bagian wajahnya walaupun ga sama-sama pegang hidungnya…


Tapi ada satu teori James yang aku sangat suka mengenai Knowledge untuk Sales People adalah dengan knowledge maka kita tahu bagaimana cara untuk membuka percakapan.
Nah itulah yang aku suka… karena memang, dari pengalamanku juga kalau kita berteman atau berkenalan dengan orang baru dan awalnya ga bagus pastinya kesananya ga bagus juga… yaaah bisa dibilang pasti “ilfil”. Tapi syukur banget selama aku kenalan sama orang baru selalu lancar dan aman, walaupun memang ga sedikit juga ketemu orang-orang aneh, he he he.

Setelah aku dapat penjelasan tentang Knowledge nya, langsung dilanjut dengan bahasan Skills dan Mental Strength ala James. Dimana Ilmu Skills yang aku dapat dari teori James adalah Skill merupakan pengetahuan yang di praktekkan, dan praktek itu bisa berlangsung dengan adanya kemampuan dan tekad. Sedangkan untuk ilmu mental condition and mental strength nya yang dapat aku serap yaitu “dengan mengerti bagaimana kita cara menjual diri yang berfungsi untuk yakinkan orang lain agar percaya kepada kita untuk bekerja sama”. Kurang lebih itu yang aku tangkap, tapi ini cukup menarik sekali buat pribadiku, karena ini bisa support ilmu dan manfaat di jobdesk ku yang ga lain…jualan…jualan…jualan...!

Hebat banget….bener hebat karena 2 jam aku dapet ilmu baru yang banyak. Selain aku belajar banyak tentang sales dari James, ga sedikit pula aku dapatkan beberapa tips dari James dan Tommy. Contohnya :

Tips “menghidupkan” fungsi dari kartu nama :
- Tulis tanggal, hari, tempat dan acara pada balik kartu nama saat tukeran nama itu sudah berlangsung. Gunanya agar kita tidak lupa pada contact person yang ada di kartu nama tersebut walaupun kartu nama tsb sudah atau akan tersimpan di laci atau di tempat manapun dengan waktu yang berlama-lama.
- Dalam 2 x 24 jam coba telepon contact person yang ada dikartu nama tsb, agar kita bisa ingat lagi dan menjalin hubungan yang lebih baik tidak hanya sekedar saat acara yang pernah brelangsung saat itu saja. Mungkin dengan telepon itu dapat mendatang manfaat yaitu ajakan untuk kerjasama.

Hmmmm….bener-bener keren khan tips nya…! Makanya kenapa aku sayang James, karena memang teori-teori beliau itu menarik sekali dan untuk prakteknya pun tidak sulit.

Sama halnya yang saat ini memang aku mulai jatuh cinta dengan Tommy Siaswara yang dimana beliau ini seorang mentor untuk mindset atau mental attitude, yang kebetulan ajah sekilas kalo lihat mukanya Tommy Siaswara itu mirip sosok cowok yang ga asing buat ku, dan emang kebetulan sih dia calon gebetan… Beberapa teori yang mengajarkan tentang mindset dimana merupkan titik utama yang support kita dalam menjalankan suatu hal menjadi berhasil atau tidak berhasil. Karena menurut Tommy dengan mindset dan mental attitude lah dapat menyetir serta menuntun kita ketempat tujuan kita menjadi berhasil. Menarik sekali…

Suasana makin hangat saja, apalagi dengan beberapa peraga-peraga yang James dan Tommy lakukan kepada participant yang datang pada saat itu. Apalagi saat lelucon-lelucon James dan Tommy hadirkan disuasana talkshow 2 jam ini.

Ga nyesel aku datang ke acara ini, apalagi juga sudah lihat peraga nya yang cukup keren dengan kegiatan bagaimana cara menjadi sales yang baik ala James dan menggunakan daya pikir atau mindset yang Tommy ajarkan memang benar-benar menarik. Rasanya 2 jam itu cepat sekali, sampai tak terasa waktu dijam tanganku menunjukan jam 21.18wib.

“waduh…udah malam neh…di Senen lagi…” bisikku resah, karena malam itunya juga aku harus segara bergegas ke Bandung antar sang Bunda untuk menengok Kakak tertua nya yang jatuh sakit dari 1 hari sebelumnya.
Untung saat itu aku berdua dengan Septi, jadi tidak terlalu khawatir di daerah Senen yang ga terlalu aku suka.

Aku dan Septi keluar dari Hotel Aston dengan membawa pengetahuan baru dan perut lapar. Lumayan kurang lebih 2 jam belajar di dalam hanya disediain air putih saja, alhasil kita kelaparan. Tapi ga lama kemudian mata kita berdua menyambut sebuah gerobak gorengan yang lengkap dengan abangnya yang sedang menggoreng dan disitu juga ada tahu, risol, cireng, ubi, pisang goreng panas. Tak menunggu waktu aku dan Septi pun langsung menyantapnya sambil nunggu bus jurusan ke Bekasi dan Septi yang menunggu sang suami tersayang untuk menjemputnya.

Sudah 2 gorengan kusantap habis, tapi bus Bekasi belum kunjung tiba. Aku mulai resah, tapi Septi tetap sok Cool.
Gorengan ke 4 pun sudah kuhabiskan, dan Septi pun masih asik menyantap gorengan juga. Memang saat itu kita berdua dalam keadaan lapar, jadi yah cuek ajah……santap abis…
Tapi ga lama kemudian, saat gorengan ke 4 ku hampir habis, bus jurusan ke Bekasi pun datang…
“Alhamdulillah…” bisik ku tenang.
Tanpa pikir panjang, aku pun langsung mengejar dan menghampiri Bus, dan terakhir yang ku ingat malam itu adalah…

“Sep… duluan yah…! Titip bayarin gorengannya, aku habiskan 4 gorengan…. Daaaaaaaaagg!”
teriakku dari atas Bus, dengan melihat wajah Septi yang manis dengan senyumnya yang penuh dengan cempedak goreng dimulutnya sambil melambaikan tangannya pada ku……

“OK……ati-ati yah………” suaranya terdengan sayup dari kejauhan.



(February 27, 2007, Hotel Aston – Jakarta)

Jumat, Juli 13, 2007

Persembahan yang tulus

Setiap persembahan seharusnya diikuti dengan nilai ketulusan. Tapi entahlah apakah pada zaman ini nilai ketulusan masih ada?
Nilai ketulusan yang semakin lama semakin menghilang diantara kekuasaan dan ketenaran dari sebuah materi yang sering disebut oleh orang-orang yang berada diatas langit bahwa semua dapat dibeli dengan materi yang bergelimpangan. Sifat dasar suatu pemberian yang dapat menjadikan manusia menghargai dengan keihklasan berubah menjadi kearoganan yang membuat manusia lupa akan indahnya ketulusan, sehingga menjadikan suatu tuntutan yang harus dikembalikan dari sebuah pemberian. Timbak balik lebih tepat dikatakan dari sebuah pemberian yang didasari oleh ketidaktulusan.

Sulitnya sekarang ini hidup untuk mendapatkan ketulusan dan kejujuran. Kadang aku berfikir apakah masih ada orang-orang disana yang menghargai ketulusan dan kejujuran. Aku beranggap pada zaman ini kejujuran dari sebuah kesalahan yang diungkapkan malah berakibat membahayakan diri kita sendiri. Sudah jarang orang-orang disana dapat menerima kejujuran dari kesalahan dengan mata hati mereka yang ikhlas akan kesalahan itu dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu dan menjadikan suatu kebaikan. Aku hanya berharap agar masih dapat bertemu dengan orang-orang yang memiliki ketulusan dan menerima kejujuran dari sebuah kesalahan. Sehingga aku bisa merasakan atmosfir kehidupan yang penuh kasih tanpa harus ada “embel-embel” materi yang sebenarnya mereka tidak dapat membeli cinta dan waktu yang sudah berlalu.

Kukutip suatu persembahan yang tulus dari orang yang masih menghargai keasrian dan kejujuran…

Persembahan

Satu atau banyak di masa tua
Bila Tuhan berkenan
Kita pasti menengok tapak-tapak
Takzim bersyukur, mungkin menyesali
Yang teringat atau sengaja dilupakan

Kawan, di kitab suci Dia berkata: bacalah!
Tanda-tanda dan hidup yang berkesiuran
Di wajah-wajah yang kau sua
Yang boleh jadi datar dan membosankan bagao boulevard
Sepanjang pantai dipagari mall dan restoran
Di kota kita yang diriuhi papan reklame
Atau jalanan di perbukitan luar kota
Menanjak dan berkelok diapit hutan dan kebun
Di pagi hari sewarna merah jambu paras gadis-gadis
Yang bergegasan ke lading jagung di ujung batas desa

Bacalah dan dia terus berdenyut di nadimu
(Katamsi Ginano, 2007)


Aku akan tetap berharap untuk dapat bertemu dengan sekelompok orang-orang yang menghargai persembahan yang tulus sehingga aku dapat bertahan di kehidupan yang penuh dengan ketamakan ini.

(Bekasi, Juli 2007)

Tegar dan Ulet

Kita harus percaya kedua poin ini sangatlah penting untuk menghadang kekecewaan dan kesedihan. Dengan perangkap pelengkap lainya sudah tidak boleh ada alas an lain untuk menghancurkan masa depan. Jadilah manusia dewasa, dengan cara:

1. Sadarlah fakta bahwa hidup ini memang penuh persoalan
2. Hadapi persoalan dan atasilah. Jangan pernah menghindari
3. Kendalikan emosi dari kehidupan
4. Sadar bahwa setiap masalah selalu ada jalan keluar dan hikmahnya
5. Manfaatkanlah kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali potensi dalam diri
6. Berani bertanggung jawab atas resiko dari setiap perbuatan
7. Jangan terlalu mengasihi diri sendiri
8. Bersikap gigih dalam menanggung suatu kegagalan
9. Jangan mudah menyerah
10. Lebih flesibek pada setiap perbuatan
11. Konsentrasikan pada kekuatan diri sendiri untuk meraih cinta dan cita

(Juli 2007)

Selasa, Juli 10, 2007

Cinta

Cinta
Cinta tegarkan hatiku
Tak mau sesuatu merenggutkan engkau
Naluriku berkata tak ingin terulang lagi
Kehilangan cinta hati bagai raga tak bernyawa

Aku junjung petuahmu
Cintai dia yang mencintaiku
Hatinya turut belaian
Kini telah menepi
Bukankah hidup kita akhirnya harus bahagia..

Cinta biar saja ada
Yang terjadi biar saja terjadi
Bagaimana mungkin dengan hanya cerita
Cerita yang tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan
Cinta………
(Melly Goeslaw)


Datang lagi perasaan itu… Perasaan yang membuatku lebih hidup dan mempunyai spirit besar dalam menjalani waktu dan hari. Hanya rasa itu pun membuat ku resah dengan ketakutan yang muncul bersamaan dengan cinta yang datang.

Aku merasa kaya akan cinta yang dapat kuberikan kepada orang lain, hanya aku miskin untuk bisa menerima cinta dari orang lain. Sulit rasanya bagiku mengartikan kata cinta…
Buatku cinta dapat membawakan ketenangan, hanya tidak jarang dengan cinta aku sering meneteskan air mata dan melukai hati. Sebenarnya apa fungsi cinta itu ?

Sampai saat ini aku belum paham, buatku sulit rasanya menyimpulkan apa itu cinta. Aku hanya bisa rasakan, hati ku bahagia saat cinta itu datang… aku sakit saat cinta itu harus pergi.
Kenapa cinta harus datang dan pergi? Padahal bukannya cinta itu menjaga? Bagaimana cara menjaga agar cinta itu tidak pergi?

Belajar dari sakit yang pernah kurasakan, aku menjaga cinta seperti aku menjaga diriku dengan baik. Aku mencintai cinta seperti aku mencintai diriku sendiri. Ku hargai, kusanjung dan kuhormati. Tak ada niat untuk menyakiti cinta, hanya kenapa cinta selalu menyakitiku? Apa yang salah dari ku?
Kalaupun cinta hanya ingin menyakitiku, kenapa cinta harus datang?

Aku hanya ingin sedikit merasakan cinta… sedikit… sedikit saja. Walaupun cinta itu hanya sedikit untukku, tapi dia tidak akan meninggalkanku.
Bunda pernah sampaikan, bahwa dicintai itu lebih indah. Mengapa mencintai tidak seindah dicintai ?

Apa benar cinta itu tidak harus memiliki? Aku manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan, tidak munafik saat cinta itu datang aku ingin memilikinya. Agar aku dapat lebih dekat dengannya, menjaga dan memeliharanya hingga tumbuh menjadi cinta yang dapat melindungiku, menjadi tempat yang nyaman dan tenang sampai akhirnya aku mati.


Datang lagi perasaan itu setelah sakitku mulai pulih……
Sepertinya perasaan tidak bisa dilawan, timbul dengan sendirinya karena ada kenyamanan saat aku bertemu dengannya. Apakah karena rasa nyaman itu membuat cinta datang menghampiri dan akhirnya aku jatuh cinta ?
Entahlah………

Seperti yang sesudahnya, aku tidak pernah pedulikan. Hanya makin lama isi hati makin penuh pertanyaan dan rasa yang selalu mengganggu tiap sendiriku datang. Wajah dan suasana nyaman yang dia berikan terlintas mengganggu pikiranku. Tidak percaya dan tidak ingin mempercayainya, aku tidak mau main dengan perasaan lagi, hanya makin aku singkirkan makin pula hati itu berontak. Sesak… hanya sesak yang terasa bila aku sedang berkelahi dengan perasaan itu. Bertekad tetap tidak ingin menyimpulkan apa yang sedang kurasakan kepadanya, aku takut… buatku ini tidak masuk akal, karena seharusnya tidak boleh perasaan itu muncul.
Kenapa? Kenapa harus aku yang akhirnya rasakan cinta itu terhadap sosoknya?

Masih belum ingin mempercayainya, aku bertarung untuk tetap teguh agar bibit rasa itu tidak makin tumbuh. Kucoba jalanin waktu tanpa pedulikan perasaan itu. Hanya ternyata aku bodoh…… karena bibit perasaan yang muncul dapat tumbuh sendiri seiring waktu aku berusaha untuk tidak mengakui perasaan itu.

Mungkin cinta itu datang dengan kesalahan. Salah waktu dan salah orang… berarti apakah cinta itu buta, sama seperti apa kata orang-orang diluar sana. Harusnya tidak…… cinta itu pakai naluri, tidak mungkin naluri kita buta. Mungkin bukan buta, hanya cinta itu timbul disaat waktu yang tidak tepat. Apakah iya begitu ? sampai saat ini pun aku masih bingung…
Aku hanya rasakan apa yang ada dan tumbuh didalam hati. Aku tidak pernah menyalahi Tuhan yang sudah memberikan karunia ini, aku tidak pernah sesali rasa cinta ini yang sudah mencintai dia. Aku hanya takut… takut akan menangis lagi karena rasa ini, karena seharusnya ini tidak boleh ada.

Mungkin Tuhan sekarang ini sedang memeliharaku agar aku tumbuh menjadi kuat, karunia cinta diturunkan-Nya padaku untuk mencintai dia, dan dengan cinta itu aku dipaksa untuk tumbuh kuat. Karena sepertinya cinta itu merupakan pupuk yang paling ampuh yang dapat membuat seorang manusia terbentuk menjadi sabar dan kuat.

Dengan cinta membuat kita menghargai, menerima apa adanya dan tidak memaksa sehingga pondasi kesabaran dapat tersusun. Dengan kepergian cinta pun membuat kita jatuh dan memaksa kita harus bangun dari jatuh itu dan mengobati lukanya, yang akhirnya akan tumbuh kekuatan baru untuk berjalan meniti hidup.

Pemikiran tersebut timbul saat aku lalui hari dengan tidak ingin memikirkan perasaan yang sedang aku rasakan kepadanya. Aku merasa bodoh membohongi diri sendiri. Aku tau bahwa sebenarnya aku cinta dia…
Tapi berat rasanya mengakuinya, sampai aku merasa air mata ini tak mampu keluar dan hanya tergenang di kelopak mata….
Lelah menjaga perasaan dan membohongi diri sendiri, aku memang munafik……

Aku ga mau jadi orang munafik….
Sesak rasanya menahan sesuatu yang ingin keluar dari hati, sampai akhirnya………

Saat malam tiba dan aku tau dia akan pergi……
Aku yakinkan hati dan kuatkan diri, aku harus beri tau dia akan isi hati ini.
Hanya bermodalkan keberanian, aku ungkapkan rasa itu dengan sebuah pesan

“gw sayang sama loe…”

Saat itu serasa langit-langit kamarku runtuh setelah aku ungkapkan rasa itu kepadanya. Takut dan malu bergejolak saat itu, hanya sesak yang selama ini kurasakan hilang sekejap. Aku dapat bernafas dan air mata yang tak bisa keluar itu tiba-tiba menetes seketika. Aku tak percaya apa yang udah aku sampaikan kepadanya. Aku menyatakan perasaan kepada laki-laki yang aku cintai, bagaimana bisa? Aku hanya terheran-heran… ternyata aku bisa…

Tuhan, aku lega…… aku seperti berada di padang rumput hijau yang luas dengan udara sejuk yang dapat kuhirup dengan puas. Ku berlari-lari dan teriak lepas tanpa ada sesuatu yang menghalangiku. Inikah kepuasan dari sebuah keberanian?

Ternyata aku merasakan ketulusan setelah aku ungkapkan perasaan ini kepadanya. Tulus benar-benar sayang dia, walaupun aku tidak tau bagaimana perasaan dia terhadapku.
Tak peduli, aku hanya ingin menyampaikan rasa ini kepadanya.

Tapi tidak munafik, aku takut saat nanti aku tau kalo dia tidak menyayangi ku.
Resiko…… ini resiko yang harus aku jumpai nanti. Aku sudah berani melakukan, berarti aku berani bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan.
Saat ini aku sudah lega karena dia sudah tau perasaanku, dan saat ini juga aku sedang menyiapkan obat dan kekuatan untuk mengobati luka yang akan timbul saat aku jatuh nanti. Tapi buatku ini karunia terbesar bisa mencintai dia, karena kalaupun aku terluka karena perasaanku kepadanya, maka nanti aku akan menjadi manusia yang lebih kuat daripada sekarang ini.

Aku tak mengharapkan apa-apa darinya, aku hanya ingin dia tau apa yang aku rasa. Kalaupun Tuhan sudah mempertemukan aku dengan dia, itu merupakan karunia, dan aku tidak pernah menyesal walaupun aku tidak akan pernah memiliki dan dimiliki olehnya. Aku hanya ingin lihat dia bahagia dengan dunia yang dia punya…
Mungkin aku tidak bisa berjalan disampingnya, tapi aku akan tetap berjalan dibelakangnya. Sehingga sewaktu-waktu dia terjatuh aku dapat membantunya bangun, saat dia sendiri aku bisa temani dia untuk saling berbagi, itu sudah cukup….
Aku sadar akan keadaanku dan keadaannya, jadi kujalani ini apa adanya tanpa harus memaksakan sesuatu dan apa pun.
Sampai saat inipun aku tidak tau bagaimana perasaannya terhadapku… sepertinya lebih baik aku memang tidak tau.

Biarlah…… biar kutunggu semua jawabannya dengan waktu yang akan terus berjalan ini dan sampai Sang Pemberi cinta akan memberi dan menemukanku dengan cinta yang tepat.
Aku tidak pernah lelah untuk merasakan bahagia dan sakitnya cinta… karena dengan itu aku tau bahwa Tuhan menyayangi umat-Nya.

(selasa malam, 19 Juni 2007)

Hari setelah malam itu…

Walaupun sudah lebih dari sepekan aku tak melihatnya, entah berapa pekan… hanya kenangan malam yang kuhabiskan dengannya selalu menjagaku dari kenyamanan yang dia berikan saat itu. Tak lama aku bersamanya, hanya beberapa jam saja. Tapi dengan beberapa jam saja tersebut kebingungan yang ada saat itu makin tumbuh dan membuat getaran berbeda.

Apa ini? Aku rasakan sesuatu yang indah hanya tak bisa ku utarakan.
Hanya ketenangan saat aku disampingnya, dia membuatku kuat dari masalah yang kumiliki. Mugkin dia merasa tidak memberikan dan menjanjikan apa-apa, hanya buatku dia membawakan sesuatu…

Malam itu…
Ku melihat wajahnya kembali setelah dia pergi dengan semua urusannya. Hatiku bergetar kencang saat janji yang dia berikan untuk bertemu denganku malam itu. Saat itu aku merasakan seperti anak kecil yang kegirangan karena dibelikan mainan boneka dari sang bunda.
Betapa senangnya hatiku saat dia bisa meluangkan waktu dan harinya untukku.

Seperti biasa dengan segelas minuman beralkoholnya dan mainan kecil canggih digenggaman tangannya, kuhampiri dia yang sudah datang lebih dulu dari diriku, pada suatu tempat dimana kita sering bertemu. Sambutan hangat dengan sebuah pelukan yang dia berikan ku terima dengan suka cita. Tanganku memeluk sebagian tubuhnya, darah ku mengalir deras saat itu.
“aku kangen”… hanya kata itu yang terucap dalam hatiku. Andai ia tau bagaimana rindu ini sangat bergejolak. Rasaya ingin sekali bibir ini mengutarakan langsung di depan wajahnya sehingga aku akan berada didalam dekapan peluknya lagi sampai aku tenggelam didalam ketenangan.

Dia baru selesai makan malam saat aku tiba, masih terlihat piring makan yang belum dirapikan oleh pelayan restoran. Dengan sebatang rokok dan asap yang mengepul diantara kita, dia menanyakan kabarku, sesekali dengan meneguk gelas alkoholnya.
“Baik-baik saja’… dengan tidak memberi kesempatan kepada mataku untuk berkedip agar aku dapat memandang wajah dan semua aktivitas tubuhnya yang bergerak.

Ocehan dan celotehnya yang kerap kali keluar dari bibirnya, makin lama makin mengobati rasa rindu dengan sesekali senyum dan tawa lepasnya menghiasi obrolan ringan yang terjadi malam itu.
Senang sekali melihat senyuman khas nya…

Aku tak merasakan lagi masalah yang sedang kuhadapi saat sedang bersamanya, lepas semua beban hati, yang ada hanya ada kenyamanan dan kehangatan dalam suatu kedinginan hati. Naluri berkata bahwa sosoknya adalah sosok yang bisa membantuku menjadi kuat, walaupun aku yakin bahwa aku tidak kuat.

Aku tak bisa merasakan waktu lagi apabila sudah bersamanya. Waktu buatku sangat cepat bergulir, jadi lebih baik aku biarkan saja agar aku tetap bisa merasakan kebersamaan dengannya. Saat itu sudah menginjak malam, tapi aku tak mau saat-saat itu terenggut waktu.

Aku putuskan untuk tetap bersamanya dan lewati malam bersamanya.
Dia mengajakku untuk menonton sebuah film di teather yang masih berlokasi disatu gedung tempat kita berbincang tadi. Saat itu aku hanya memohon agar waktu jangan cepat berputar, karena aku belum ingin berpisah.

Walaupun dia sedang dengan keseriusannya, aku tetap nyaman disampingnya. Aku tak mau banyak tau tentang apa yang dia sedang pikirkan. Dengan dekatnya aku dengan dia itu sudah cukup. Sesekali aku melihat wajahnya yang sedang tenggelam di keseriusan sebuah cerita film yang sedang kita tonton bersama.

Salah tingkah saat tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku…
“Tuhan… apa yang harus aku lakukan?” tanganku bergetar. Hanya berharap dia tidak mengetahui akan guupnya aku saat itu.

Kurasakan sentuhan tangannya yang hangat saat tanganku didalam genggamannya. Makin hati ini tak menentu,mencoba menenangkan hati dan meyakin hati bahwa ini tidak ada apa-apa.
Apa mungkin? Apa mungkin dia…………?
Aku tak berani menyimpulkan apa yang sudah terjadi malam itu, aku tak mau pusing, aku hanya ingin rasakan kenyamanan itu walaupun sebentar dan kemungkinan itu tidak akan terjadi lagi.

Ada apa denganku ?
Kenapa semakin tidak menentu rasa yang ada ini. Aku berusaha untuk biasa, hanya seiring waktu aku makin lama makin nyaman. Aku tertarik dengannya,,,,

Malam itu merupakan menjadi malam yang membuat hati ku menyadari bahwa aku menyukai dan mencintai dia. Tapi bagaimana bisa? Seharusnya tidak boleh?
Aku tidak mau kehilangan cinta lagi seperti waktu yang sudah bergulir lalu.
Aku mencintai dia berarti aku akan kehilangan dia nantinya.
Entah ketulusan atau hanya perasaan menghargai yang dia berikan dan lakukan kepadaku malam itu. Tapi aku cukup menikmatinya…

Tuhan, bagaimana ini? Apakah harus ku utarakan?


(sabtu malam, 16 Juni 2007)

Ubi

Seorang anak perempuan yang lahir 21 tahun yang lalu. Tepat nya pada tanggal 26 Mei 1984, di Jakarta Timur. Anak tunggal yang dilahirkan dari perpaduan dua keluarga. Sang Ayah berasal dari Solo – Jawa Tengah dan sang Bunda berasal dari Bandung – Jawa barat. Ubi adalah seorang anak yang lincah, periang, aktif kreatif, tomboy, cuek, serta seidikit manja. Sangat dimaklumi sekali kalau dia itu manja, karena dia adalah anak tunggal, maka tidak aneh kalau ubi sedikit egois. Dia dikenal sebagai anak yang pandai, sifat aktif dan kreatifnya membuat dia memiliki banyak teman dan tak jarangnya dia mendapatkan beberapa prestasi dalam hal belajar dan bermain. Saat dia duduk dibangku Taman Kanak-kanak pun dia sudah bisa mendapat beberapa penghargaan. Menjadi juara 2 melukis se-Kabupaten untuk tingkat Taman Kanak-kanak dan mendapat juara 3 mewarnai se-Kabupaten. Anak yang super agresif dan hiperaktif ini tumbuh dengan penuh kasih sayang dari Ayah dan Bundanya. Dia merupakan anak kesayangan Ayahnya, selalu diajarkan oleh ayahnya untuk menjadi anak yang kuat dan mandiri. Wataknya keras dan memiliki ambisi yg besar, sama seperti ayahnya. Kebetulan sekali wajah Ubi dan Ayahnya itu sangat mirip, sehingga tak jarang Ubi itu sering disebut “jiplakan” Ayahnya.
Anak ini tumbuh menjadi anak yg bener-benar ceria dan periang. Masa-masa kecilnya diisi dengan aktivitas-aktivitas layaknya anak-anak seumuran dia. Banyak kegiatan yang dia ikuti diluar dari kegiatan bermainnya bersama teman-teman rumahnya, dari pengajian TPA, kursus tari sampai kursus melukis dia ikuti.Hingga pada suatu saat anak ini harus menghadapi dan mengalami masa-masa yang sangat berat dan sulit dalam hidupnya. Tepat pada umur 10 tahun, dia harus kehilangan dan di tinggal pergi oleh sosok Ayahnya. Masa itu adalah masa yang benar-benar membuat ubi menjadi anak yang lain. Kehidupan nya berputar 180 derajat… sisa-sisa masa kecilnya harus di tutup dan diakhiri dengan jalan hidup yang cukup berat.Memasuki masa peralihan dari masa kecil ke masa akan beranjak dewasa yang biasa disebut masa-masa ABG (Anak Baru Gede). Ubi yang seharusnya mempunyai waktu untuk bermain dan belajar hal-hal baru, saat itu dia tidak bisa merasakan dan menikmatinya. Anak yang awalnya periang dan ceria, berubah menjadi anak yang cenderung diam. Anak yang slalu memendam hal apapun dalam hatinya.

Sakitnya, sedihnya, bahagianya cenderung dia simpan sendiri. Sehingga terbentuk Ubi yg tetap periang dan cuek tapi dibalik itu dia adalah anak gadis yang menyimpan banyak tekanan.Kepergian Ayahnya untuk meninggalkan Bundanya untuk menikah lagi dengan wanita lain (Sekretaris kantor Ayah Ubi).

Sosok Ayahnya merupakan sosok yang sangat dibanggakan dan diandalkan Ubi. Ayahnya adalah pahlawan dan guru bagi Ubi, rasa optimis, percaya diri yang Ubi miliki itu terilhami dari sosok Ayahnya. Tapi jalan hidup berkehendak lain…
Kini sosok yang dibanggakan oleh Ubi malah menjadi sosok yang sudah membuatnya jatuh dan merasa tak berdaya. Hal ini membuat traumatis besar untuknya.


Sampai akhirnya terucap dari mulut nya “Laki-laki itu jahat”.
Dari kejadian itu dia sulit untuk memaafkan ayahnya, rasa benci kepada ayahnya membuat dia tidak menghargai Ayahnya lagi yang sebelumnya sosok Ayahnya itu merupakan sosok yang paling sempurna.
Hari-hari nya dilalui dengan tabah dan kuat. Kini dia hanya tinggal dengan Bundanya, mereka berjalan seiring sejalan, saling support dan melindungi. Bunda Ubi termasuk sosok perempuan yang tabah dan kuat. Bunda dapat mengajarkan dan membentuk Ubi untuk terima kenyataan hidupnya. Terima apa adanya takdir dan rencana Tuhan.

Bundanya menjadi sosok seorang Ayah dan seorang Ibu untuk Ubi, dia berperan ganda untuk mendidik Ubi. Sehingga dengan bantuan waktu dan kesabaran Bundanya berhasil membentuk Ubi untuk bisa terima kenyataan hidup dan membuat nya bisa lebih sabar dan tabah terima semua apapun rejeki dan nikmat dari Tuhan.Waktu pun terus berjalan, Ubi mulai tumbuh menjadi anak gadis yang dewasa. Jalan hidup dan pengalaman hidupnya membentuk dia menjadi anak perempuan yang mandiri. Seiring waktu menumbuhkan kedewasaannya, lama kelamaan dia pun bisa memaafkan ayahnya. Terima keadaan ayahnya yang kini memiliki keluarga baru dengan istri barunya. Walaupun dia masih merasakan sakitnya, tapi kali ini dia sudah mengerti akan hal itu. Tak munafik dia masih membutuhkan sosok seorang ayah untuk memberikan dia sesuatu spirit dan support yang tidak bisa ditemuin dari Bundanya.Dalam pergaulannya, Ubi cenderung mempunyai banyak teman. Dia pandai bergaul dan berinteraksi. Sifatnya yang supel membuat dia disayangi oleh teman-temannya. Tak sedikit teman-temannya selalu mengandalkannya dalam urusan pelajaran.

Ubi berusaha untuk tumbuh dengan baik walaupun dia tidak punya sosok Ayah yang selalu dekat dengannya. Kesabarannya menjalani masa-masa sulitnya membuahkan keberanian dan kemandirian didalam diri Ubi. Dia tidak pernah merasa minder atau takut dengan pendapat-pendapat orang di luar sana yang terkadang mereka memberikan pandangan negatif bagi seorang anak yang tumbuh dari keluarga “broken home”.

Bagi Ubi, anak yang tumbuh dari keluarga “broken home” akan dapat lebih berani dan mandiri dibanding dengan anak-anak yang lain dengan cara menjadikan semua pengalaman hidup yang pahit sebagai pembelajaran untuk menjadikan seorang manusia yang lebih baik.

(Bekasi, Mei 2005)

If I...

If I could give you thing in life I would give you the ability to see your self thru my eyes then would you realize how special you are to me...

Selasa, Juli 03, 2007

Renungan Srempet

Damai Tuhan.....

Assalamu'alaikum.....

Hari ini telah aku lepaskan kulit tua
Aku akan jalan tinggi dan tetap diantara orang-orang, siapapun tidak mengenal diriku lagi
Karena hari ini aku manusia baru, dengan semangat baru.
Aku tetap berjuang sampai berhasil, aku tidak dilahirkan didunia ini untuk kalah,
Faktar-faktar kegagalan pun tidak pernah mengalir dalam darahku.
Aku bukan domba-domba yang selalu menunggu perahan penggembalaannya, aku adalah singa
Singa dan aku menolak untuk bergaul, berjalan dan tidur dengan domba.
Tidak mau mendengarkan mereka-mereka yang menangis dan mengeluh karena penyakitnya menular.
Biarkan saja mereka berkumpul dengan domba, sebab rumah pejagalan untuk yang gagal bukan jalan hidupku.
Aku tetap berjuang sampai aku berhasil, kegagalan tidak akan menguasai diriku, bila tekadku untuk berhasil cukup kuat.
Waktu kecil aku dikuasai oleh naluri-naluri, tapi sekarang aku dikuasai oleh kebiasaan-kebiasaan.
Kebiasaan-kebiasaan baik adalah kunci menuju sukses, sedang...
Kebiasaan jelek adalah pintu terbuka menuju kegagalan.
Selalu akan ku melangkah lagi, bila tidak berhasil aku melangkah lagi dan lagi.
Sebenarnya setiap langkah tidaklah terlalu sulit, selama masih ada N A F A S dalam dadaku, selama itulah aku tetap berjuang.
Sebab aku sekarang mengetahui rahasia utama untuk sukses, bila aku berjuang cukup lama aku pasti M E N A N G.
AKU BERJUANG SEKARANG...
Bila singa lapar ia makan
Bila burung elang haus ia minum, kecuali mereka berusaha kedua-duanya.
AKU LAPAR......? Aku haus kebahagiaan dan ketenangan jiwa, kecuali aku berjuang sekarang, akupun akan binasa dalam kehidupan penuh kegagalan.
Kesengsaraan dalam malam-malam tidur tiada nyenyak, akan memberi komando, dan aku hanya mengikuti komando diriku saja.
Aku berjuang sekarang, sukses tidak bisa menunggu, BILA AKU TUNDA.
Ia akan disikat lain orang, dan tiada bagianku selamanya.
Ini saatnya, inilah tepatnya, akulah orangnya.
AKU BERJUANG SEKARANG

(art, 10 Nov 1981)




Ikan Hiu Makan Tomat, Thank You Very Much

Semua ini hanya ekspresi jiwa dan pikiran sendiri yang ingin bebas, dengan norma kesopanan yang masih dijunjung guna tidak menyakiti orang lain. Tidak dilarang berkomentar atau mengkritik, hanya di sini dilarang iri dan sirik. Jika sirik dan iri, silahkan bikin Blog saja.